Benteng di Ambang Batas

Arsip • Prosa Liris

Benteng di Ambang Batas

Oleh: Neng Ayu Tanjung

Wahai Tuan...

Lewat setiap aksaramu, aku sanggup mengecap betapa luas dan dalam samudera cinta yang kau miliki.

Izinkan aku berkata jujur: saat ini, kau memang telah melampaui batas kewarasan. Kau benar-benar telah sampai pada tahap yang aku sendiri pun belum mampu menyentuhnya.

Cinta itu memang telah meluap, melampaui segala kadar yang bisa ditampung oleh raga.

Biarlah naskah-naskah lama kita—kisah tentang kekurangan dan ketidaksempurnaan yang pernah kita susun sebelum cinta ini lahir—menjadi penjaga di tempat baru kita.

Biarlah ia menjadi benteng yang kokoh, yang menyembunyikan kedalaman rasamu dari dunia luar.

Aku berharap tak ada yang tersesat di sana, lalu ikut terhanyut dan kehilangan akal karena besarnya cinta yang kau tuliskan.

Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita dan menjaga nyala cinta ini agar tetap suci.

Namun di atas segalanya, doaku adalah agar Tuhan selalu mencintaimu, dan menjadikan cinta itu sebagai jalan bagimu untuk semakin mencintai-Nya.

✨ Lihat sesuatu yang menarik di bawah ini

Komentar