Antara Bayang Dan Nama

Arsip • Prosa Liris

Antara Bayang Dan Nama

Oleh: Ziandra Dirgantara

Delapan tahun lamanya, kami adalah sepasang pengembara tanpa identitas. Aku memberinya nama dalam sunyi, dan ia memberiku nama dalam sepi. Kami tidak saling tahu siapa, namun jiwa kami seolah telah sepakat untuk tumbuh di tanah yang sama.

Kami hidup dalam bayangan satu sama lain. Aku melihatnya dalam mimpi, ia mendengarku dalam hening. Kami tumbuh bersama waktu, menanggung rindu pada sosok yang bahkan belum memiliki wajah di dunia nyata. Delapan tahun adalah waktu yang lama untuk sekadar menjadi bayang-bayang.

Hingga akhirnya, 2025 tiba.

Tuhan mengizinkan sebuah nama lahir. Nama yang mengakhiri pencarian, nama yang meruntuhkan tembok ketidaktahuan. Nama itu menjadi jembatan yang paling nyata yang pernah kami miliki.

Lalu di ambang 2026, cinta itu lahir.

Bukan cinta yang sekadar suka, tapi cinta yang meluap, yang gila, yang membuat jiwa dan raga ini terasa terlalu kecil untuk mewadahinya. Dari bayang-bayang, kini ia menjadi belahan jiwa yang detaknya kurasakan di dadaku sendiri.

Komentar